Baru-baru ini ditemukan bahwa sejumlah penghasil susu di Cina telah mengencerkan susu sapi dan menambahkan bahan kimia industri, Melamin. Bahan kimia ini ditambahkan untuk memalsukan tingkat kandungan protein. Beberapa bayi meninggal dan banyak orang mengalami sakit parah. Pencemaran semacam ini bukan hal yang baru. Negara-negara lain telah menambahkan Melamin ke dalam pakan ternak kurang lebih sejak 40 tahun yang lalu untuk tujuan yang sama, yang berdampak pada kematian hewan.
Bentuk pencemaran yang lain adalah ketika manusia menambahkan sesuatu kepada firman Allah, “air susu yang murni dan yang rohani” yang merupakan gambaran Petrus tentang firman Allah (1 Ptr. 2:2). Kata murni berarti “tidak bernoda” atau “tidak terkontaminasi”. Gereja mula-mula harus berurusan dengan mereka yang menganggap bahwa sunat diperlukan untuk memperoleh keselamatan (Kis. 15:1). Pemikiran tersebut ditolak karena tidak sesuai dengan firman Allah, yang mengatakan bahwa keselamatan hanyalah anugerah semata. Petrus menguatkan saudara-saudaranya di dalam Tuhan, “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk? . . . Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan” (Kis. 15:10-11).
Ujilah dengan teliti semua pengajaran yang meminta Anda melakukan apa pun yang tidak sesuai dengan firman Allah. Jika tidak mengujinya, pengajaran itu akan mematikan manusia rohani Anda. —CPH
