Saya sedang mengobrol dengan sejumlah anak tentang Allah dan para pahlawan perkasa, ketika Tobias mengajukan sebuah pertanyaan. Bocah 5 tahun yang penuh imajinasi dan rasa ingin tahu ini bertanya, sementara anak-anak lainnya menyimak, “Hercules punya teman dekat. Apakah Allah juga punya?” Kakaknya yang lebih bijaksana, yang berusia 7 tahun, segera menjawab, “Ya, Dia punya ribuan teman dekat—mereka adalah para malaikat-Nya.”
Malaikat adalah topik diskusi yang populer, dan banyak orang mempercayai sejumlah mitos tentang malaikat. Misalnya, sejumlah orang berdoa kepada malaikat, karena berpikir bahwa malaikat sejajar dengan Allah. Ada juga sejumlah orang yang percaya bahwa manusia akan menjadi malaikat ketika mereka meninggal. Namun, inilah yang diajarkan Alkitab, sumber kita yang terpercaya:
• Allah menciptakan para malaikat (Kol. 1:15-17).
• Para malaikat menyembah Allah (Neh. 9:6), dan mereka dikenal dengan istilah: penghulu malaikat (Yud. 1:9), kerubim (2 Raj. 19:15), dan serafim (Yes. 6:1-3).
• Para malaikat melayani umat Allah (Ibr. 1:13-14) dengan menjaga dan melindungi mereka (Mzm. 91:9-12).
• Malaikat diberi tugas khusus oleh Allah (Mat. 1:20; Luk. 1:26).
• Malaikat Allah bersukacita saat kita bertobat dari dosa dan berpaling kepada Kristus untuk mendapatkan keselamatan (Luk. 15:7,10).
Hanya Allah yang layak menerima penyembahan kita. Jadi, marilah bersama para malaikat menyanyikan lagu pujian bagi-Nya! —AMC
