Bagaimana mungkin peristiwa itu memberi Spafford rasa “nyaman” di dalam dukanya? Saya mendengar syairnya, “Bila damai mengiring jalan hidupku” dan ingat dimana sukacita dapat ditemukan. Paulus berkata di Filipi 4 bahwa sukacita dapat ditemukan saat kita menyatakan segala keinginan pada Allah dalam doa dan permohonan (ay.6). Melalui doa yang penuh keyakinan, kita menanggalkan beban hati, mengenyahkan kecemasan, dan melepaskan cengkeraman kita pada kedukaan. Kita dapat memperoleh “damai sejahtera Allah” (ay.7)—roh keteduhan ilahi yang tak terkatakan. Damai sejahtera ini melampaui segala akal untuk memahami segala situasi kita (ay.7) dan memelihara hati kita di dalam Yesus. Damai ini melingkupi kita sehingga memampukan kita untuk berkata, “Nyamanlah Jiwaku” bahkan saat duka melanda. —JDB
